Jumat, 26 Februari 2010

budaya - budaya di jawa tengah

jawa tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembag disini karena di jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di jawa tengah.
mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunya corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri sendiri selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah dia kaui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh unesco ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa
di jawa tengah juga masih ada kerjaan yang samapai sekarang masih berdiri tepatnya dikota solo yang dikenal dengan kasunanan solo
budaya jawa tengah sungguh banyak mulai dari wayang ,wayang orang, ketoprak,tari dan masih banyak lagi.

budaya jawa tengah beraneka ragam seni dan budayanya, banyak seni dan budaya dari jawa tengah yang di ambil untuk di jadikan contoh di luar negeri. di luar negeri banyak yang memakai tari-tarian dari jawa khususnya jawa tengah. untuk itu saya bangga juga menjadi salah satu penduduk yang berasal dari jawa tengah.

di jawa tengah terdapat banyak kota, masing-masing kota banyak seni dan budayanya, sangat beraneka ragam. Jawa Tengah banyak terdapat obyek wisata yang sangat menarik. Kota Semarang memiliki sejumlah bangunan kuno. Obyek wisata lain di kota ini termasukpuri maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah) dan museum rekor indonesia (MURI).

Salah satu kebanggaan provinsi ini adalah candi borobudur, yakni monumen buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9, terdapat di kabupaten magelang. candi mendut dan Pawon juga terletak satu kompleks dengan Borobudur.


Rabu, 24 Februari 2010

Wayang Kulit


wayang kulit merupakan sebuah panggung hiburan yang kita kenal. wayang kulit berasal dari daerah jawa, jeni-jenis wayang kulit sendiri berbeda-beda. sampai sekarang pun wayang kulit masih di mainkan oleh orang-orang jawa.

Wayang kulit adalah seni pertunjukan yang telah berusia lebih dari setengah milenium. Kemunculannya memiliki cerita tersendiri, terkait dengan masuknya Islam Jawa. Salah satu anggota Wali Songo menciptakannya dengan mengadopsi Wayang Beber yang berkembang pada masa kejayaan Hindu-Budha. Adopsi itu dilakukan karena wayang terlanjur lekat dengan orang Jawa sehingga menjadi media yang tepat untuk dakwah menyebarkan Islam, sementara agama Islam melarang bentuk seni rupa. Alhasil, diciptakan wayang kulit dimana orang hanya bisa melihat bayangan.

Pagelaran wayang kulit dimainkan oleh seorang yang kiranya bisa disebut penghibur publik terhebat di dunia. Bagaimana tidak, selama semalam suntuk, sang dalang memainkan seluruh karakter aktor wayang kulit yang merupakan orang-orangan berbahan kulit kerbau dengan dihias motif hasil kerajinan tatah sungging (ukir kulit). Ia harus mengubah karakter suara, berganti intonasi, mengeluarkan guyonan dan bahkan menyanyi. Untuk menghidupkan suasana, dalang dibantu oleh musisi yang memainkan gamelan dan para sinden yang menyanyikan lagu-lagu Jawa.

Tokoh-tokoh dalam wayang keseluruhannya berjumlah ratusan. Orang-orangan yang sedang tak dimainkan diletakkan dalam batang pisang yang ada di dekat sang dalang. Saat dimainkan, orang-orangan akan tampak sebagai bayangan di layar putih yang ada di depan sang dalang. Bayangan itu bisa tercipta karena setiap pertunjukan wayang memakai lampu minyak sebagai pencahayaan yang membantu pemantulan orang-orangan yang sedang dimainkan.

Setiap pagelaran wayang menghadirkan kisah atau lakon yang berbeda. Ragam lakon terbagi menjadi 4 kategori yaitu lakon pakem, lakon carangan, lakon gubahan dan lakon karangan. Lakon pakem memiliki cerita yang seluruhnya bersumber pada perpustakaan wayang sedangkan pada lakon carangan hanya garis besarnya saja yang bersumber pada perpustakaan wayang. Lakon gubahan tidak bersumber pada cerita pewayangan tetapi memakai tempat-tempat yang sesuai pada perpustakaan wayang, sedangkan lakon karangan sepenuhnya bersifat lepas.

Cerita wayang bersumber pada beberapa kitab tua misalnya Ramayana, Mahabharata, Pustaka Raja Purwa dan Purwakanda. Kini, juga terdapat buku-buku yang memuat lakon gubahan dan karangan yang selama ratusan tahun telah disukai masyarakat Abimanyu kerem, Doraweca, Suryatmaja Maling dan sebagainya. Diantara semua kitab tua yang dipakai, Kitab Purwakanda adalah yang paling sering digunakan oleh dalang-dalang dari Kraton Yogyakarta. Pagelaran wayang kulit dimulai ketika sang dalang telah mengeluarkan gunungan. Sebuah pagelaran wayang semalam suntuk gaya Yogyakarta dibagi dalam 3 babak yang memiliki 7 jejeran (adegan) dan 7 adegan perang. Babak pertama, disebut pathet lasem, memiliki 3 jejeran dan 2 adegan perang yang diiringi gending-gending pathet lasem. Pathet Sanga yang menjadi babak kedua memiliki 2 jejeran dan 2 adegan perang, sementara Pathet Manura yang menjadi babak ketiga mempunyai 2 jejeran dan 3 adegan perang. Salah satu bagian yang paling dinanti banyak orang pada setiap pagelaran wayang adalah gara-gara yang menyajikan guyonan-guyonan khas Jawa.

Minggu, 21 Februari 2010

Kemajuan UU Kewarganegaraan

Jika kita mengikuti perkembangan terakhir terutama pada minggu kedua bulan Juli, tepatnya pada tanggal 11 Juli 2006, ada satu undang-undang yang disahkan oleh DPR dan dianggap sebagai satu tonggak perubahan di Indonesia, yaitu UU Kewarganegaraan. UU ini menggantikan UU tahun 1958 yang dianggap kadaluwarsa dan tidak sesuai dengan semangat jaman. Sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia bukan penganut dua kewarganegaraan atau tambah kewarganegaraan. Tetapi dalam UU baru ini ada bagian yang menjelaskan tentang diperbolehkannya secara terbatas warga negara Indonesia memiliki 2 kewarganegaraan. Pada kesempatan kali ini Perspektif Baru kedatangan seorang tamu yang pernah mengalami masa-masa sulit saat mengurus kewarganegaraan anaknya, yaitu Ibu Yetty Agus. Berdasarkan pengalaman beliau ini kita akan melihat apa sebenarnya perbedaan UU yang baru dengan UU yang lama. Kita harapkan pengalaman ini menjadi bahan pelajaran agar hal yang sama tidak terulang di masa-masa yang akan datang, sehingga UU baru ini bisa efektif dan bisa mengubah kondisi kita.

Semangat UU ini cukup progresif untuk menyelesaikan masalah kewarganegaraan di Indonesia. Setelah terbitnya UU No. 12 tahun 2006, Menkumham mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Kawil Hukum dan HAM di Indonesia. Isi dari surat tersebut adalah tentang Pendataan Pemukim Turun Temurun di Indonesia. Melalui pendataan ini, diharapkan warga Tionghoa yang statusnya masih “digantung” oleh berbagai peraturan diskriminatif dapat diselesaikan sehingga seluruh anak bangsa Indonesia dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Produk akhir dari pendataan tersebut adalah Akte Lahir, KTP dan KK.Pendataan ini, juga melibatkan Departemen Dalam Negeri yang melalui Dirjen Adminduk juga telah mengeluarkan surat mengenai Pendataan Pemukim, kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota. Bahkan sebagai wujud implementasi dari UU No. 23 tahun 2006 yang berkaitan erat dengan UU No. 12 tahun 2006, pada tanggal 11 Juni dan 22 Agustus 2007 Widodo A.S selaku Mendagri Ad Interim telah mengeluarkan surat mengenai Dispensasi Pelayanan Pencatatan Kelahiran dan Dispensasi Administrasi Kependudukan.

Namun sayang UU yang baik tidak dibarengi pelaksanaan yang sungguh-sungguh di lapangan. Ada kesan bahwa aparat di tingkat bawah masih enggan melaksanakan pendataan bagi para pemukim ini, padahal dalam UU No. 12 tahun 2006 terdapat delik sanksi pidana penjara maksimum 3 tahun bagi para pejabat yang menghambat seseorang memperoleh kewarganegaraan. Political will dari pemerintah pusat hingga ke jajaran Direktur Tata Negara dan Dirjen Adminduk sangat jelas dan tegas bahwa masalah kewarganegaraan ini harus segera diselesaikan sejalan dengan usaha untuk melakukan tertib kependudukan. Indonesia yang telah berpenduduk 220 juta orang, hingga hari ini belum memiliki data kependudukan yang valid.

Jumat, 19 Februari 2010

Pengaruh Globalisasi Terhadap Masyarakat Indonesia

Pengaruh globalisasi yang di timbulkan banyak di terima masyarakat, dampak globalisasi sangat besar terhadap masyarakat. Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.


Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).



Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.



Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain. Contoh-contoh globalisasi yang paling besar pengaruhnya terhadap masyarakat :

Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.

Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.

Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara.

Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.

Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levi's, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global.

Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.

Contoh-contoh di atas merupakan globalisasi-globalisasi yang dampaknya sangat berpengaruh terhadap masyarakat, dampak-dampak ini jika sudah masuk ke kehidupan masyarakat maka sangat sulit untuk merubahnya kembali. Akan tetapi globalisasi tidak hanya bersifat negatif namun sisi positifnya juga ada.

Budaya Asli Jawa


Budaya asli di daerah saya sangat banyak namun saya mengambil salah satu budaya sebagai contoh dan mencoba untuk menelusuri selukbeluk sejarah dari budaya saya. Budaya yang saya ambil disini berupa alat musik gamelan. Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.

Orang Jawa yang diungkapkan dalam musik gamelannya adalah keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, keselarasan dalam berbicara dan bertindak sehingga tidak memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud nyata dalam musiknya adalah tarikan tali rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama.

Tidak ada kejelasan tentang sejarah munculnya gamelan. Perkembangan musik gamelan diperkirakan sejak kemunculan kentongan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan pada tali atau bambu tipis hingga dikenalnya alat musik dari logam. Perkembangan selanjutnya setelah dinamai gamelan, musik ini dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang, dan tarian. Barulah pada beberapa waktu sesudahnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden.

Sejarah dari gamelan sendiri sebenarnya kurang saya mengerti tapi gamelan adalah salah satu alat yang cukup menarik dan seru untuk di mainkan, jika sudah di mainkan dengan nada yang selaras maka bunyinya pun akan sangat indah dan enak untuk di dengar.

Selasa, 16 Februari 2010

Kebanggaan Menjadi Bangsa Indonesia

Mengapa kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia ?? pertanyaan itu kerap sering kali muncul di telinga kita, bukan Karena ingin mencoba seberapa berbaktinya kita terhadap bangsa Indonesia melainkan apa yang patut kita banggakan sebagai bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keanekaragaman suku dan budayanya namun bukan hanya itu saja alasan kita bangga menjadi bangsa Indonesia melainkan masih banyak lagi, contohnya kekayaan alam, kekayaan alam di negeri kita lumayan berlimpah, banyak orang luar negeri yang mencoba mengambilnya. Itu menandakan bahwa kekayaan alam di Indonesia berlimpah ruah namun hanya saja kita kurang memanfaatkannya sebaliknya banyak yang di sia-siakan dan di buang begitu saja padahal kita masih membutuhkannya.

Dari sini dapat belajar betapa pentingnya menghargai alam, jika alam memberikan kita kekayaan mengapa kita tidak melestarikannya ? alam hanya perlu di jaga dan di manfaatkan kegunaannya tetapi bukan berarti kita menghancurkan alam dengan cara memanfaatkannya, tetapi seperti yang saya katakana tadi kita harus memberikan timbal balik terhadap alam tersebut dengan cara melestarikan dan menjaganya, alam tidak pernah menuntut lebih dari kita, alam hanya ingin kita menjaga dan memanfaatkannya untuk keperluan yang baik bukan malah di hancurkan. Banyak contohnya yang menghancurkan alam seperti membakar hutan, penebangan hutan liar, dan masih banyak lagi.

Keanekaragaman budaya, suku, dan lain-lain harus menjadi suatu kebanggan tersendiri untuk bangsa Indonesia. Banyak orang luar negeri yang datang hanya untuk melihat batapa indahnya budaya dan suku Indonesia, bahkan banyak pula yang belajar adat-adat di indonasia. Itulah jawaban mengapa kita harus bangga menjadi Indonesia, maka sebaiknya para penerus bangsa harus meneruskan adat-adat daerad mereka sendiri agar tidak hilang.


Bangsa Indonesia masih dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan india dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.

Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tingkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan betawi.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com